Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita Yang Harus Anda Tahu

Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita – Saat ini, kondisi kurang darah atau anemia juga bisa terjadi pada anak dan balita. Nah, Anda para orang tua harus tahu tentang informasi ini, bahwa kurang darah yang terjadi pada anak dan balita bisa mempengaruhi perkembangan otak.

Karenanya, kondisi kurang darah atau anemia yang terjadi pada anak Anda, terutama pada usia di bawah 2 tahun, tidak bisa di anggap sepele. Berikut sudah kami rangkum tentang bahaya kurang darah pada anak dan balita yang harus Anda para orang tua ketahui.

Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita

Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita

Kurang darah yang dekanal sebagai anemia ini adalah kondisi dimana hemoglobin di dalam darah jumlahnya sangat kurang dari batas normal .

Kondisi kurang darah ini dapat mempengaruhi kemampuan darah dalam menghantarkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh yang optimal.

Bisa Anda bayangkan, dampak dari kurang darah bila terjadi pada usia anak-anak dan balita yang sedang dalam masa pertumbuhan?

Inilah Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita Yang Harus Anda Ketahui

Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balitadr Pauline Endang SpGK, Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Fatmawati, mengatakan “Bila penyakit anemia atau kurang darah tersebut menjangkiti bayi yang dikandungnya, hal itu akan menghambat perkembangan fisik dan intelektual anak.”

Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang tinggi untuk menderita kurang darah, bahkan para orang tua banyak yang tidak menyadari jika anaknya mengalami kurang darah.

dr Pauline menambahkan, kondisi kurang darah yang terjadi pada anak berusia dua tahun bisa menyebabkan gangguan koordinasi dan keseimbangan. Akibatnya, anak kelihatan menarik diri dan selalu ragu. Hal tersebut bisa menyebabkan terhambatnya kemampuan anak dalam berinteraksi dengan temannya.

Profesor dr Djajadiman Gatot, SpA pun mengatakan, kurang darah memiliki dampak yang serius pada anak. Terlebih pada anak di bawah usia dua tahun, di saat pertumbuhan otak mencapai periode emasnya, kekurangan zat besi dapat berakibat pada tidak optimalnya fungsi otak dan mental.

Kurang darah akibat defisiensi zat besi tergantung pada penyebab dan derajatnya juga bisa menimbulkan masalah pada detak jantung, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kematian.

Berikut dampak kurang darah (anemia) pada anak usia sekolah

  • Terjadi penurunan prestasi
  • Sulit untuk berkonsentrasi, sehingga kesulitan untuk menangkap pelajaran
  • Daya ingat dan kemampuan memecahkan masalah rendah
  • Gangguan perilaku
  • Tingkat IQ yang lebih rendah

Begitu banyak dampak negatif kurang darah pada anak dan balita bagi tumbuh kembang mereka.

Untuk mengetahui kondisi anak apakah menderita anemia atau tidak, Anda bisa melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jumlah Hb anak Anda.

Nah, untuk mengatasinya, Anda bisa memberikan asupan makanan yang bergizi cukup.

Di samping memberikan makanan bergizi yang mengandung zat besi, ASI sebaiknya terus diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Untuk mencegah sekaligus mengobati kurang darah (anemia) pada anak dan balita, Anda bisa memberikan supkemen kesehatan herbal QnC jelly gamat.

Informasi lengkap khasiat QnC jelly gamat untuk mengobati kurang darah, silakan baca di sini » Cara Mengobati Kurang Darah Pada Anak Balita dan Bayi secara alami

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk menyimak artikel di atas. Semoga bisa berguna dan bermanfaat untuk Anda semua.

_Salam Sehat_

Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita


Baca Juga :

Penyebab Kurang Darah
Tanda dan Ciri Kurang Darah

One thought on “Bahaya Kurang Darah Pada Anak dan Balita Yang Harus Anda Tahu

  1. Pingback: Daftar Makanan Penambah Darah Yang Lengkap - Kaya Akan Zat Besi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *